Working and Holiday Visa atau biasa sering disebut WHV adalah program berlibur dan bekerja dari Australia, dengan visa ini kamu bisa berlibur ke daerah manapun di Aussie sambil bekerja. Enak bukan? Tentu saja, kapan lagi bisa berlibur ke negara kangguru sambil kerja kan? Jos. Program WHV ini banyak sekali peminatnya terutama mereka yang mempunyai jiwa explore yang tinggi, tapi jangan salah juga karena dengan WHV kamu juga bisa mendapatkan pekerjaan yang berpendapatan menggiurkan. Sebagai pemegang visa ini atau biasa disebut WHV Holders, ada suka dan duka yang telah aku pribadi lalui. Aku tidak ingin memperlihatkan keenakan dan kehedonan saja namun ada juga sisi jeleknya juga. Terhitung dari bulan desember 2022 sampai tulisan ini di post, aku sudah kurang lebih 4 bulan di Aussie dan pindah pindah mulai dari Victoria sampe Queensland.

Pertama kali aku mendarat di Melbourne dan tinggal di keluarga yang dari Aussie, kurang lebih aku tinggal sama mereka 2 bulanan dan melanjutkan perjalanan ke Rochester, Colbinnabin, Tamworth dan sampai detik ini masih di Laidley. Banyak hal yang telah aku lewati selama menghabiskan Work and Holiday di Australia, mulai dari manis pahitnya sudah aku rasakan, aku sudah rasain uang tinggal 2 juta lagi dan belum bayar rent sampe akhirnya minjem sama travel mate sendiri.

Waktu itu winter 2023 dimana sudah beberapa bulan aku berada di Ozzie (Australia) dan yah surviving skillku belum seberapa untuk mengarungi petualagan ini. Pacarku mau datang pakai WHV juga tapi uangku lagi dikit, beruntungnya aku dapat kerjaan casual sebagai carrot washer, jam kerjanya kurang enak tapi yowis tak ambil aja karena biar ada aja pemasukan. Setelah semua itu aku lalui, singkat cerita aku sama pacarku membangun relasi untuk mendapatkan kerjaan seperti grain dan cotton dimana dua kerjaan ini merupakan top tier diantara kerjaan buat anak WHV selain mining dan FIFO. Setelah dapat cotton dan grain, bisa dibilang dua kerjaan ini memang layak disebut kerjaan enak karena jam kerja stabil dan uangnya lumayan enak. So far setelah 3 tahun backpacking di Australia, it is absolutely fucking worth it menurutku. Pengalaman, travel, kerja dan cari cuan iya, tidak ada yang perlu di dustakan jika dalam benakmu ada jiwa travelling.

Leave a Reply

The writer’s note

Welcome to unravelling, here you may lost from somewhere and just pop up here. While you are here, you can spend some time to read all of the contents, its about my journey to access freedom for myself.

Let us connect together

Discover more from unravelling

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading