Looking back to the past and linked with the current circumstances

First of all aku ngga sengaja inget ke tahun 2014 dimana saat itu pas kelas 1 SMK dan ada latihan drama di art centre, aku tidak memainkan peran sebagai aktor namun sebagai tukang properti dimana menyiapkan segala kebutuhan aktor maupun aktris saat pentas. Sembari melepas penat saat latihan drama, ketua kelompok meminta agar semua tim untuk rehat sejenak selama beberapa menit. Yang lain diem saja di art centre tapi aku malah memilih untuk pergi ke warnet (maklum ngga bawa laptop pas itu), alasanku pergi ke warnet saat itu hanya satu, nonton video steve jobs pidato di standford university. Aku tau videonya sudah lama ada di youtube namun saat itu aku pengen tau apa sebenernya isi kepala dari seorang jenius yang bikin apple.

Singkat cerita, aku nonton video tersebut kurang lebih 20 menit lamanya, steve berkata kalau dia mengkoneksikan titik titik kecil yang dia temui dalam hidupnya hingga menjadi seperti saat ini. Mungkin bahasanya lumayan tinggi dan butuh waktu untuk memahami tapi itu merupakan video yang sangat berharga buatku. Sampai detik ini aku menulis kata kata ini, aku takan pernah lupa apa yang dikatan steve dalam video itu. Aku merasakan apa yang dibilang oleh steve, dalam 1 tahun belakangan aku menemukan kegalauan yang menjadi ketakutan terbesar untuk masa depan. Sebenernya ketakutan seperti pada umumnya mengenai masa depan dimana aku mau jadi apa, skills yang pas-pasan, bukan berasal dari keluarga yang punya, dan masih banyak lagi yang tidak bisa ku sebutkan satu per satu. Dari hal ini aku mulai memikirkan atau outlining mengenai rencana aku di masa mendatang.

Dari sekian banyak orang yang aku tanyain, ada yang berpendapat “yang sekarang ya sekarang aja, besok ya besok” ada juga “ingat juga hari ini esok, jangan dipikirin hari ini doang”. Melihat 1 tahun belakangan, rasanya aku sangat sedih dan terpukul melihat diri sendiri yang bodoh dan jarang berpikir dua kali sebelum mengambil tindakan, terburu burulah, ngikutin ego dan seenaknya. Dibalik itu semua, aku sangat beruntung karena masih disadarkan dan diajari bagaimana menjadi seseorang, menghargai, mengakui kesalahan, berani untuk bersikap kalau semuanya bersumber dari diri sendiri. Dari inilah aku mulai mengkoneksikan apa yang sudah terjadi di masa lalu sampai masa sekarang.

Tak terasa 1 tahun sudah terlewati dari awalnya aku yang renta, gelisah, sedih dan membenci diri sendiri mulai menerima seperti apa sebenernya diriku, siapa pribadi ini, hal hal apa yang perlu aku perbaiki dan masih banyak lagi tahapan dalam pengenalan diri ini. Sungguh jika aku membaca notes yang aku buat tahun lalu di handphone, mataku hanya berkaca kaca. Terimakasih atas segalanya, tetaplah sadar kalau segalanya punya tujuanya masing-masing.

2 Replies to “Looking back to the past and linked with the current circumstances”

Leave a comment