Apakah tujuan hidup seseorang sebenarnya? Apakah mereka ingin menjadi sosok yang dikagumi? Dikenang? Sukses atau Dibenci? Well, setiap orang memiliki tujuan dan capaian tersendiri tergantung keinginan mereka. Ada seseorang yang tidak pernah puas akan hasil yang dicapai dan terus ingin mencari hal yang membuat mereka puas, ada juga yang hanya cepat puas dan mengatakan “okay ini sudah cukup buatku, tujuanku sudah terpenuhi”. Menilik dari dua sifat tersebut bisa diasumsikan bahwa hidup seseorang adalah kehidupan mereka dan apabila ada orang yang ingin mengendalikanya maka belum tentu bisa. Ini hanya asumsi belaka yang belum tentu kebenaranya dan belum terbukti, hanya opini pribadi.
Ibaratnya sebuah anak panah, panah dan juga pemanah. Guruku dulu pernah berkata “kemanapun tujuanmu hanya dirimu yang tau, sebelum kau bercerita pada orang lain kamulah yang pertama tau akan apa yang ingin kau capai. Layaknya anak panah, kemana kau mau mengarahkan? Maka kesana juga anak panah itu akan pergi” Selaku orang yang diceramahi seperti ini, the writer berfikir lama dan berusaha mengartikan dengan dalam makna dalam kalimat tersebut. Anggapan anak panah itu “tujuan/keinginanmu”, panah itu merupakan “wadah/hal” yang membantu melepaskan anak panahnya dan pemanah adalah dirimu sendiri.
Well dalam konklusinya maka kamu punya hak 100% akan dirimu tetapi tidak semuanya 100% ketika melibatkan banyak pihak dan orang. Kadang kita harus menempatkan diri seperti orang lain saat berhubungan dengan banyak pihak, karena ada banyak kepala ada banyak juga opini atau hasil pemikiran yang keluar.
